Lomba penulisan cerpen dalam program Ramadan Berdampak 2026 sukses melahirkan karya-karya yang menginspirasi, dan menghadirkan kumpulan cerpen versi flip book.
Program Ramadan Berdampak 2026 di SMAN 1 Yosowilangun dirancang dengan satu keyakinan mendasar: bahwa Ramadan semestinya meninggalkan jejak yang nyata, bukan hanya dalam dimensi spiritual pribadi, tetapi juga dalam kehidupan sosial, intelektual, dan budaya warga sekolah. Program ini menaungi berbagai kegiatan yang saling melengkapi — dari kegiatan keagamaan hingga ekspresi seni dan literasi. Di antara seluruh rangkaian program tersebut, CETAR tampil sebagai salah satu kegiatan yang paling dinantikan. Dengan mengusung tema penulisan cerita bertema Ramadan, lomba ini mengajak siswa untuk menjadikan pengalaman berpuasa, berempati, berbagi, dan bertumbuh sebagai bahan baku dari sebuah karya sastra yang hidup. Ramadan, dalam konteks ini, bukan hanya dijalani — melainkan juga diceritakan, dimaknai, dan diabadikan.
Proses penulisan berlangsung dengan penuh kebebasan berekspresi. Tidak ada kamus yang membatasi apa yang boleh diceritakan — selama ia bersumber dari pengalaman nyata dan ditulis dengan kejujuran, karya itu layak untuk bersaing. Inilah yang menjadikan CETAR berbeda dari lomba menulis konvensional: ia tidak hanya mengukur kemampuan teknis berbahasa, tetapi juga keberanian untuk berbagi kebenaran yang personal.
Setelah melewati tahap pengumpulan karya, para juri yang terdiri dari guru-guru terpilih di lingkungan SMAN 1 Yosowilangun kemudian melakukan proses seleksi yang teliti dan penuh pertimbangan. Dari seluruh karya yang masuk, 10 karya terbaik berhasil dipilih untuk melaju ke babak final — sebuah pencapaian yang patut dibanggakan oleh setiap finalis.
Sepuluh karya finalis kemudian dinilai kembali secara lebih mendalam oleh dewan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria utama, antara lain: kekuatan narasi dan struktur cerita, kedalaman makna dan nilai yang disampaikan, orisinalitas sudut pandang penulis, serta kemampuan menghadirkan emosi yang autentik kepada pembaca.

Proses penjurian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kekuatan narasi, kedalaman makna, dan orisinalitas sudut pandang penulis. Dari 10 finalis, dipilih 3 karya unggulan yang meraih predikat bergengsi:
🥇 Cerpen Terbaik 1 — Annisa Putri Nuramti
🥈 Cerpen Terbaik 2 — Agnanta Mutiara Rizky
❤️ Cerpen Favorit —Esta Urmani
Mekanisme polling Instagram menjadi salah satu daya tarik unik lomba ini — masyarakat umum turut dilibatkan dalam menentukan karya yang paling menyentuh hati mereka.



Keistimewaan CETAR 2026 tidak berhenti pada pengumuman pemenang. Sebanyak 10 karya finalis — di luar satu karya yang dinobatkan sebagai terbaik pertama — diabadikan dalam sebuah karya kolektif yang indah: Kumpulan cerpen berbentuk Digital Book. Digital book ini bukan sekadar kenang-kenangan — ia adalah bukti bahwa kata-kata yang lahir dari ketulusan hati berhak untuk diabadikan dengan cara yang indah.
Link digital book: https://www.canva.com/design/DAHCYQ60Eog/99t1iY2eZFvAcTWMx-mBGw/edit?utm_content=DAHCYQ60Eog&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton
Program Ramadan Berdampak SMAN 1 Yosowilangun tahun 2026 membuktikan bahwa nilai-nilai Ramadan dapat ditransmisikan tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui seni dan literasi. CETAR menjadi medium yang menghubungkan siswa dengan diri mereka sendiri, dengan sesama, dan dengan nilai-nilai keislaman yang hidup dan relevan.
Selamat kepada seluruh peserta, finalis, dan pemenang CETAR 2026. Karya kalian adalah cermin dari Ramadan yang sesungguhnya — penuh makna, penuh kasih, dan berdampak.






