HUMAS (7/7) – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah selesai, SMAYO sebagai satuan pendidikan negeri di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, turut serta menjadi bagian yang ikut menyukseskan gelaran tahunan ini. Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan, memusatkan seluruh kegiatan SPMB pada satu portal daring yang dapat diakses oleh khalayak, spmbjatim.net.
Setiap tahapan SPMB dapat dipantau secara daring oleh siapapun, hal ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas sistem sehingga memberikan jaminan bahwa SPMB berjalan bersih dan bebas dari pungutan liar (pungli). SMA Negeri 1 Yosowilangun sebagai satuan pendidikan yang menjunjung tinggi integritas, turut serta mendukung penuh apa yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, dari 8 rombongan belajar (rombel) yang ada di SMAYO, semua kelas terisi dan terpenuhi. Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan menyampaikan bahwa SPMB kali ini SMAYO menyediakan 288 pagu atau 8 rombel. Dari jumlah pendaftar dan yang diterima, SMAYO berhasil memenuhi 8 rombel. “Kami bersyukur SPMB tahun ini SMAYO telah terpenuhi 8 rombel, ini semua berkat kerja keras tim dan panitia, dukungan kepala sekolah dan bapak ibu guru serta tak lupa masyarakat yang telah mempercayakan putra putrinya untuk belajar dan menjadi bagian dari keluarga besar SMAYO”, tegas Bu Ika (sapaan akrab Ika Retno Pratiwi, S.Pd) Waka Kesiswaan SMAYO 2026/2027.

Terdapat 3 tahap dalam SPMB 2026 ditambah 1 tahap pemenuhan kuota. SMAYO sendiri pada tahap 1 menerima 93 calon murid baru, tahap 2 menerima 113 calon murid baru, tahap 3 menerima 39 calon murid baru dan tahap pemenuhan kuota menerima 21 calon murid baru. “Dari jumlah keseluruhan calon murid baru yang diterima di SMAYO kemudian kami bagi 36 (jumlah maksimal murid dalam 1 rombel), dan hasilnya adalah jumlah rombel yang tersedia yakni 8 rombel”. Tambah Bu Ika.
Ketua panitia SPMB 2026, Ria Wahyu Febtiana, S.Sn., atau yang akrab disapa Bu Ayu juga menambahkan bahwa dominasi calon murid baru berasal dari 3 sekolah terdekat yakni SMPN 1 Yosowilangun, SMPN 2 Yosowilangun dan SMPN 3 Yosowilangun. “Dominasi calon murid baru di SMAYO masih sama seperti sebelumnya yakni dari 2 SMP Negeri terdekat, juga ada beberapa sekolah negeri seperti SMPN 1 Kunir, SMPN 1 Rowokangkung, SMPN 1 Tekung serta beberapa sekolah swasta baik SMP maupun MTs. Namun yang paling banyak mendaftar dan diterima adalah calon murid baru dari SMPN 1 Yosowilangun”. Tegasnya.
Sementara itu, dilihat dari persentase jenis kelamin, perempuan masih mendominasi (60.9%) dibandingkan dengan laki-laki (39.1%). Ini menunjukkan bahwa dominasi di kelas pun akan lebih banyak perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Namun untuk memastikan hal ini, menunggu MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) selesai. Adapun rangkain MPLS SMAN 1 Yosowilangun direncanakan pada tanggal 13 hingga 17 Juli 2026, sebagaimana panduan yang tertuang dalam Permendikdasmen nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Sementara itu kepala SMAN 1 Yosowilangun, Ujang Fahmi Abdillah, S.Si., M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia SPMB, guru dan tenaga kependidikan, juga masyarakat yang telah ikut serta menyukseskan SPMB di SMAN 1 Yosowilangun. “Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah membantu dan ikut serta menyukseskan SPMB di SMAYO, terima kasih kepada seluruh panitia, bapak ibu guru dan tenaga kependidikan, juga kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Kepercayaan ini sangat penting bagi kami sebagai satuan pendidikan, selain prestasi baik akademik maupun non akademik, kami menjamin bahwa SPMB di sekolah kami tidak ada pungli, semua dilaksanakan secara transparan terbuka dan akuntabel”. Tegasnya.
Pak Ujang juga menambahkan bahwa terkait hal lain yang berhubungan dengan SPMB dan murid baru, SMAYO berkomitmen tidak akan ada pungli termasuk paksaan untuk melengkapi kebutuhan murid baru melalui sekolah seperti pembelian seragam dan sejenisnya. “Kami tidak meminta apalagi memaksa murid baru juga wali murid, untuk membeli perlengkapan sekolah melalui SMAYO, seperti seragam sekolah, buku dan perlengkapan lainnya. Ini adalah bentuk komitmen SMAYO untuk menjaga integritas dan transparansi serta menjamin tidak ada tarikan dalam bentuk apapun di sekolah”. Tambah Pak Ujang.
Adapun sistem yang berjalan di portal spmbjatim.net dinilai masih membutuhkan ruang yang luas untuk sosialisasi termasuk petunjuk teknis dan detail berkaitan dengan tahapan-tahapan yang ada dalam SPMB. Hal ini dimaksudkan agar bukan hanya panitia di satuan pendidikan namun juga masyarakat luas memahami dengan utuh bagaimana tata aturan yang berlaku dalam sistem penerimaan murid baru. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang SPMB di SMAYO akan berjalan lebih sukses dan lebih lancar lagi, tentu dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting, sehingga untuk mewujudkan semua itu, SMAYO akan terus berupaya melahirkan ragam prestasi baik akademik maupun non akademik, semoga. (@humassmayo).






