HUMAS – Bertempat di Aula utama SMA Negeri 1 Yosowilangun, sebanyak 45 orangguru mengikuti rangkaian kegiatan In House Training (IHT) peningkatan kompetensipendidik. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini (9 dan 10 Juli 2026) jugaturut serta dihadiri oleh kepala sekolah, Ujang Fahmi Abdillah, S.Si., M.Pd.
Mengambil tema “Menghadirkan Pembelajaran Menggembirakan, Berkesan danBerdampak di Kelas” kegiatan IHT didampingi oleh dua orang Narasumber. PertamaTitik Kurniawati, S.Pd., yang juga merupakan pengawas pembina, serta Abdul Muis,Guru PAI SMAN 1 Yosowilangun. Kegiatan IHT kali ini merupakan rangkaiankegiatan dalam rangka menyambut tahun pelajaran baru 2026/2027. Peningkatankompetensi guru dilakukan melalui kegiatan seperti IHT ini, juga kegiatan-kegiatanlain yang mendukung pembelajaran
Dalam sambutannya, kepala SMA Negeri 1 Yosowilangun, Ujang Fahmi Abdillah,S.Si., M.Pd., menyebutkan bahwa salah satu program prioritas yang disampaikanKepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, adalahpeningkatan kompetensi guru melalui kegiatan pelatihan, salah satunya IHT. “Saatmurid libur dan belajar di rumah seperti ini, maka bapak ibu guru diundang dandihadirkan di sekolah untuk juga belajar melalui kegiatan IHT. Kegiatan ini jugasekaligus sebagai bentuk dukungan nyata SMAYO terhadap program DinasPendidikan Provinsi Jawa Timur. Libur semester seperti ini adalah saat yang tepat,karena yang libur adalah murid sedangkan guru tidak libur, sehingga kehadiran kitasemua di sini adalah bentuk tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai pendidik”.Tegas Pak Ujang di sela-sela sambutan saat pembukaan IHT (9/7)
Kegiatan IHT diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh MC, Ika Retno Pratiwi,S.Pd., Guru PJOK yang juga wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Setelahmenyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars SMAYO, kegiatankemudian dilanjutkan dengan membaca doa pembuka yang dipimpin oleh Drs.Suryono. Sambutan sekaligus membuka kegiatan disampaikan langsung olehKepala SMA Negeri 1 Yosowilangun, Ujang Fahmi Abdillah, S.Si., M.Pd. Dalamsambutannya Pak Ujang (sapaan akrab kepala SMAN 1 Yosowilangun), jugamenyampaikan harapan kepada seluruh peserta kegiatan bahwa setelah IHT adaproduk yang dihasilkan, produk yang dapat memberikan dampak bukan hanya padadiri, pada murid, pada sekolah bahkan dampak pada masyarakat luas.“Pembelajaran berkesan dan berdampak ini diharapkan dirancang oleh bapak ibuguru dengan cara berkolaborasi dengan rekan sejawat, satu mata pelajaran cukupsatu rancangan saja untuk setiap jenjang, silakan pilih waktu yang tepat, yangpenting selama tahun pelajaran 2026/2027, sepanjang tahun pelajaran ini”.Tambahnya.
Sementara itu, Bu Titik (sapaan akrab Titik Kurniawati S.Pd) narasumber sekaliguspengawas pembina menyampaikan pentingnya bekerja sama, berkolaborasi sertasaling membantu satu sama lain. Mengawali materi dengan memberikan pembinaankepada seluruh audiens yang hadir, Bu Titik menegaskan pentingnya kolaborasi jugapelayanan yang tidak pilih kasih. “Sukses tidaknya SMAYO bergantung padabagaimana cara bapak ibu semua bekerja sama satu dengan yang lain. Melaluikerjasama ini diharapkan SMAYO menjadi sekolah juara, sekolah hebat, sekolahyang memberikan pelayanan maksimal. Berkaitan dengan pelayanan ini pula sayaingin berpesan kepada bapak ibu bahwa sekolah ini adalah satuan pendidikan,penting juga memberikan pelayanan prima kepada setiap orang yang hadir”.Tegasnya.
Mengusung materi “Mengajar dengan Hati, Bergerak dengan Data, Berdampak bagiPendidikan”, Bu Titik menyampaikan materi dengan memaparkan sejumlah faktakepada seluruh audiens yang hadir. Fakta seputar kegiatan pembelajaran yangberubah dari guru sebagai pusat pembelajaran, kini bertransformasi menjadipembelajaran yang berpusat pada murid. “Guru harus beradaptasi denganperkembangan zaman, saat ini kita melihat bagaimana peran teknologi informasiyang begitu besar dan sangat berpengaruh kepada kehidupan anak-anak kita disekolah, maka tugas kita semua adalah bagaimana menjadikan teknologi tersebutsebagai media belajar, sehingga anak-anak tidak sekadar main games saja tapi jugamengakses materi dengan bantuan teknologi. Bapak ibu semua harus mampuberadaptasi dengan teknologi, menjadikan teknologi sebagai sarana belajar danmedia belajar sehingga pembelajaran berdampak akan terwujud”. Tegasnya.
Sesi materi ke dua disampaikan oleh Abdul Muis yang juga merupakan pendidikandi SMAN 1 Yosowilangun. Penguatan materi ke dua ini disampaikan melalui metodebelajar market place activity yang dimodifikasi. Mengusung tema “Andragogy”, PakMuis menyampaikan materi dengan model pembelajaran orang dewasa. “Bapak Ibu,kali ini kita akan lebih banyak sharing, kita kuatkan model pembelajaran kita melaluiaktivitas. Di sini nanti bapak ibu akan bermain, bergerak, belajar dan memahamimateri dengan cara mempraktikkan, saya tidak akan menggurui konsep kepadabapak ibu, namun kita semua akan mempraktikkan materi dengan menggunakanmetode”. Tegas Pak Muis.
Aktivitas belajar pada sesi 2 ini diawali dengan paparan materi berupa pertanyaan pemantik, refleksi awal dan permainan sederhana bagaimana menghadirkan kesadaran dalam diri tentang pentingnya meningkatkan kompetensi. Sesi siang setelah istirahat, seluruh peserta diajak menyusun produk visual menggunakan kertas plano dan spidol, penggunaan teknologi melalui bantuan kecerdasan artifisial berfungsi sebagai alat bantu menguatkan materi dalam menyusun produk visual. “Bapak ibu di kelompok ganjil menyusun produk visual seperti template yang ada di halaman ini, kemudian kelompok genap seperti template di halaman berikutnya. Bapak ibu punya waktu 20 menit untuk menyusun produk visual, pastikan semua anggota kelompok memahami dan dapat menyampaikan materi nanti dengan baik”. Tambah Pak Muis saat memberikan instruksi kepada seluruh peserta.



Hari ke dua IHT, Jumat (10/7) adalah sesi berbagi, di mana setiap kelompok membagikan praktik baik rancangan pembelajaran berkesan dan berdampak, yang akan digunakan sebagai proyek pembelajaran selama satu tahun ke depan. Berbagi praktik baik pertama disampaikan oleh Arik Hindariyanti, S.Pd. Guru fisika yang juga lulusan Universitas Negeri Malang ini memaparkan inovasi model ESDAR (eksplore, share, define, apply, reinforce). “Materi gerak lurus ini memberikan pemahaman dan penguatan pengetahuan kepada murid betapa mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi membahayakan, sehingga dampaknya nanti proyek yang dihasilkan berupa rambu-rambu peringatan batas kecepatan maksimal dalam berkendara, yang akan dipasang di titik tertentu di lingkungan sekolah.
Praktik baik ke dua disampaikan oleh Trio Guru PJOK (Adi Novia, S.Pd., Doni Aribowo, S.Pd., dan Ika Retno Pratiwi, S.Pd). Mengusung tema SEM, trio yang kompak berseragam ini membagikan praktik baiknya bagaimana mengajarkan anak-anak menjadi ‘aktor’ dan manajer pada event tertentu seperti kompetisi pertandingan olahraga bola voli. “Nantinya event perlombaan olahraga semua akan diatur oleh anak-anak, mulai dari kepanitian, wasit, mobilisasi peserta sampai pada bagaimana mengatur supporter agar tertib, meriah dan memiliki daya tarik tinggi, sehingga dampaknya adalah sekolah kita akan dikenal, branding sekolah melalui event yang semua dikendalikan oleh anak-anak ini memberikan gambaran kepada khalayak bahwa lulusan kita bukan hanya cerdas akademik non akademik, namun juga terampil dan menguasai ‘medan’. Tegas Pak Adi sebagai perwakilan guru PJOK.
Kegiatan IHT diakhiri dengan refleksi yang disampaikan oleh Farah Eka Damayanti, S.Pd., dan Nuning Arifiyanti, S.Pd. Bu Farah yang juga merupakan guru Biologi menyampaikan bahwa IHT ini telah memberikan pengetahuan baru terutama bagaimana mengelola kelas dengan metode belajar yang keren dan tidak membosankan. “Saya senang dan gembira, IHT kali ini benar-benar memberikan pengetahuan baru pada saya terutama tentang pengelolaan kelas, saya juga sudah pernah mempraktikkan metode-metode belajar yang kita lakukan dalam IHT dua hari ini”. Tegas Bu Farah.
Sementara itu Bu Nuning (sapaan akrab Nuning Arifiyanti, S.Pd) menambahkan bahwa antusiasme peserta kegiatan sangat tinggi, sehingga IHT berjalan menyenangkan dan tidak membosankan walaupun pemateri adalah rekan swejawat. “Saya merasakan atmosfer yang luar biasa, teman-teman termasuk saya di sini, bangga memiliki pemateri seperti Pak Muis, kami semua saling menghormati, tidak saling menggurui, pembelajaran orang dewasa dengan metode yang dipraktikkan oleh Pak Muis menjadikan IHT menyenangkan, tidak ngantuk”. Tambahnya. (@humassmayo).






